PEREMPUAN SAMARIA, WANITA YANG MENYELAMATKAN SEBUAH BANGSA

PEREMPUAN SAMARIA, WANITA YANG MENYELAMATKAN SEBUAH BANGSA




    Hari itu sama seperti hari yang lain, ia menunggu situasi agak sepi untuk pergi menimba air di sumur Yakub, tempat itu selalu saja penuh di setiap waktu, para wanita, gembala, orang asing semua bercampur menjadi satu hendak menimba air di sumur Yakub, sumur kebanggan mereka yang selalu bisa memuaskan dahaga semua orang. Pergi ke sumur adalah waktu terberat buat dia, semua orang memandangnya dengan tatapan sinis, namanya sudah menjadi topik utama di kota, ia sudah punya pernah menikah 5 kali dan selalu gagal, dan kali ini ia tinggal dengan seorang pria yang tak kunjung menikahinya, semua orang menganggapnya buruk, dan ia hampir tidak kuat memandangi tatapan dan perkataan para wanita lain saat bertemu di sumur. Ia tahu waktu terbaik adalah tengah hari, orang - orang sudah tidak keluar menimba di jam itu, hewan - hewan sudah cukup jauh di ladang, sore hari barulah semua orang kembali ke sumur.
            Dan disana tiba - tiba ia melihat orang asing duduk sendirian di tepi sumur, ia melihatnya sangat kelelahan dan tak punya cukup kekuatan untuk menimba air, dari penampilannya ia mengenal Ia orang Yahudi, dan itu sama parahnya dengan orang - orang dikotanya, orang Yahudi tidak mau bergaul dengan mereka, orang asing itu sepertinya baru menempuh perjalanan panjang, ia ragu memberi orang asing itu timba ataupun air, orang Yahudi tak mau minum dari tempayan orang Samaria, ia hanya ingin cepat - cepat pulang, supaya tak bertemu orang lain, namun si orang Yahudi itu tiba - tiba berkata "Berilah aku minum", ia kaget, ia melihatnya lagi dan merasa aneh, orang ini sedikit berbeda, jadi ia memberanikan diri bertanya" Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?", tanyanya bingung, tapi si orang asing itu menjawabnya dengan jawaban yang aneh""Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." ia berfikir keras tentang jawaban itu, bukankah si orang asing yang meminta air kepadanya, lalu mengapa ia pula yang dapat memberikannya air,  tapi ia tak mampu menjangkau dengan akalnya, jadi ia bertanya lagi dengan heran, ""Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini   kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" dan orang asing itu menjawab lagi"Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal". Kata - kata itu langsung menjangkau hatinya,  ia sangat takut datang ke sumur, ia sangat takut bertemu orang, ia malu dan selalu direndahkan orang, mendapatkan air yang membuatnya tidak haus selamanya dan tidak perlu datang lagi ke sumur, adalah hal terbaik buatnya, ia tak pernah mendengar hal seperti ini, tapi melihat wajah orang asing itu, ia tahu ia dapat mempercayaiNya, jadi ia berkata: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus  dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." Itu sebuah syarat, ia terkejut, tapi ia ingin jujur padaNya, jadi dijawabnya dari hatinya: "Aku tidak mempunyai suami."dan orang asing itu bilang kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Orang itu benar, ia sekarang terkejut, orang itu sekarang semakin berbeda dalam pandangannya, rasa takutnya hilang, rasa kuatir dan cemasnya tiba -tiba terbang kemana, ketika orang asing itu mengungkapkan kebenaran hidupnya, ia merasa kedamaian yang luar biasa masuk dalam sanubarinya? ia yakin ia pasti seorang nabi, bukankah banyak nabi dari kaum Yahudi?, jadi ia berkata kepadanya "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.  Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." orang itu berkata pula padanya "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba,  bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal,  kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba  sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh   dan kebenaran  ; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh   dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran  ."
 Dan cukup kalimat itu saja, semua itu seperti air yang menyirami kegersangan hatinya, dan perkataan - perkataan itu adalah perkataan yang belum pernah didengarnya dari seorang manusiapun, tidak pernah ada yang pernah berkata demikian, mengingatkannya pada cerita - cerita yang turun temurun dari nenek moyangnya, tentang Mesias yang akan memperkatakan hal - hal yang luar biasa: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus;apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."  dan sang orang asingpun berkata terus terang kepadanya: "Akulah Dia,   yang sedang berkata-kata dengan engkau." 
Perjumpaan itu mengejutkannya,menyadarkannya, membahagiakannya dan menghilangkan semua ketakutan, kecemasannya, ia lari meninggalkan tempayan dan timbanya, bahkan ia lupa kalo sang Mesias yang letih belum diberinya minum, hari itu dari kedalaman hatinya, ia berlari, ia ingin semua orang di kotanya bertemu sang Mesias, ia ingin semua orang mendengarkannya, ia bahkan tak perduli dan terus mengelilingi kota hari itu berteriak tentang kedatangan Mesias, hari itu orang tak lagi berbicara tentang dirinya sebagai cela, hari itu dia menjadi pembawa berita kabar baik, hari itu si wanita dengan latar belakang buruknya tidak pernah membayangkan bahwa namanya tercatat dalam sejarah Alkitab karena menyelamatkan sebuah bangsa.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PEREMPUAN SAMARIA, WANITA YANG MENYELAMATKAN SEBUAH BANGSA"

Post a Comment